Penyebab & Cara Mengatasi Laptop dan PC Lemot (Windows 7,8,10) Edisi 2020

Sedang mencari cara mengatasi laptop yang lemot? Di artikel ini kamu akan menemukan penyebab laptop lemot dan solusinya untuk Windows 7, 8 dan 10.
Cara Mengatasi Laptop Lemot
Image credit: Laptopmag.com

Entah terjadi secara berkala atau tiba-tiba, menggunakan komputer yang lemot bisa membuat frustasi. Apalagi untuk mereka yang tidak bisa dilepaskan dari penggunaan komputer dalam keseharian mereka. Jika kamu merasakan hal ini saat menggunakan komputer dengan sistem operasi Windows 7, 8 atau 10, maka artikel ini cocok untukmu.

Untungnya kamu tidak perlu langsung membeli komputer baru, karena ada beberapa cara mengatasi laptop lemot dengan mengembalikan performanya. Meskipun performanya tidak akan kembali sepenuhnya, paling tidak kamu masih bisa menggunakan komputermu untuk beberapa waktu kedepan.

Cara Mengatasi Laptop dan PC yang Lemot

Tips dibawah sudah termasuk apa penyebab laptop lemot dan cara mengatasinya, pastikan kamu membacanya dengan seksama.

1. Disable Program yang Berjalan di Startup

Penyebab laptop lemot yang pertama adalah banyaknya program yang berjalan di Startup. Indikasinya adalah, proses boot ke dalam Windows hingga komputer siap digunakan menjadi cukup lama karena ada banyak program yang berjalan bersamaan dengan Windows.

Kamu bisa men-disable program yang tidak diperlukan agar tidak berjalan saat startup, yang akhirnya bisa meringkankan proses startup komputer. Caranya sangat mudah, cukup klik kanan di taskbar dan bukan Task Manager atau tekan Ctrl + Shift + Escape bersamaan.

Kemudian klik tab Startup dan kamu bisa melihat program apa saja yang berjalan saat startup sekaligus dengan impact-nya.

Disable Program di Startup

Pilih program yang ingin kamu disable agar tidak berjalan otomatis saat startup. Pengaturan ini bisa meningkatkan performa komputermu cukup besar jika kamu bisa men-disable program dengan impact yang besar. Tapi tetap ingat bahwa sebagian program ini diperlukan oleh Windows untuk bisa beroperasi. Pilihan teraman adalah tidak menyentuh program yang dimiliki oleh Microsoft. Jika kamu tidak yakin, kamu bisa membiarkannya atau mencari infonya di Google.

Untuk melakukan disable, cukup klik kanan di program yang kamu pilih dan klik Disable. Disini kamu tidak men-disable programnya, kamu hanya menghentikannya berjalan secara otomatis diawal.

Windows 7: Karena tidak bisa mengaksesnya melalui Task Manager, kamu harus mencari pengaturan ini melalui System Configuration. Caranya dengan klik menu Start lalu tulis msconfig di search box lalu buka msconfig.exe atau langsung tekan Enter.

2. Hapus File yang Tidak Digunakan

File ini termasuk file yang tidak penting yang tetap kamu simpan. Jika jumlahnya banyak dan ukurannya besar, maka akan menurunkan kinerja HDD dan akhirnya menjadi penyebab laptop lemot. Jadi lakukan penyortiran untuk file yang tidak digunakan lalu hapus.

Usahan untuk melakukannya secara rutin sesuai dengan banyaknya penggunaan komputermu. Lalu pastikan pula kamu menghapus isi Recycle Bin agar ruang di komputermu bertambah.

Kamu juga bisa menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti CCleaner untuk membersihkan Recycle Bin sekaligus file sampah yang tidak diperlukan lainnya.

Catatan:
HDD biasanya memiliki performa maksimal hingga ia mencapai 90% kapasitas yang tersedia, setelahnya kamu akan merasakan penurunan performa karena HDD sudah terlalu penuh. Sedangkan untuk SSD, performanya akan menurun saat kamu mengisinya. Dianjurkan untuk tidak mengisi SSD lebih dari 75% dari kapasitasnya jika kamu menginginkan keseimbangan antara performa, konsistensi dan kapasitas.

3. Cari Program yang Memakan Banyak Resources

Dalam kasus ini biasanya kamu akan merasa komputermu melambat secara signifikan, yang kemungkinan besar disebabkan oleh beberapa program. Biasanya ada program yang menggunakan resource komputer sangat besar hingga mempengaruhi performanya.

Kamu bisa klik kanan di taskbar dan pilih Task Manager, jika tampilannya kecil klik More details. Terdapat pilihan CPU, Memory, Disk dan lainnya. Untuk mengetahui program yang memakan banyak resource biasanya kamu hanya perlu fokus pada CPU dan Memory saja.

Cek Penggunaan Resource Program

Klik bagian headernya untuk mengurunkan berdasarkan yang paling besar. Jika sudah menemukan programnya, tutup programnya terlebih dahulu secara manual dan bukan melalui Task Manager. Tapi jika tidak bisa ditutup, kamu bisa memaksanya melalui Task Manager dengan klik kanan pada aplikasi dan klik End task.

4. Pastikan OS, Driver dan Aplikasimu Terupdate

Selain untuk menjaga keamanan, memperbarui software juga bisa meningkatkan atau menjaga performa. Tidak perlu bingung bagaimana cara update Windows 10, karena secara default pembaruan akan berjalaan otomatis. Lain halnya jika karena suatu alasan kamu mematikan auto update Windows 10.

Untuk memastikan tidak ada pembaruan yang terlewat, coba cek dengan cara membuka menu Settings lalu pilih Update & Security > Windows Update.

Windows Terupdate

Disamping sistem operasi, pastikan juga kamu memperbarui driver dan aplikasi yang kamu gunakan agar tidak ada celah keamanan dan performanya terjaga.

5. Uninstall Program yang Tidak Digunakan

Poin ini mirip dengan menghapus file yang tidak digunakan. Saat menggunakan komputer kita sering tidak sadar meng-install program dan tidak menggunakannya untuk waktu yang lama. Dan hal seperti ini bisa menjadi kebiasaan yang akhirnya memakan banyak memori dan menyebabkan laptop lemot.

Untuk melakukan uninstall program, bukan Control Panel > Programs > Programs and Features. Pilih program yang ingin kamu uninstall, klik kanan di program tersebut dan klik Uninstall.

Uninstall Aplikasi

Akan lebih baik jika kamu melakukan reinstall program saat hendak menggunakannya daripada dibiarkan tidak digunakan dan memenuhi memori, terlebih jika kamu memiliki banyak file dan program.

6. Mengatur Grafis dan Animasi

Windows 10 datang dengan grafis dan animasi yang membuatnya terlihat modern dan halus, yang akhirnya meningkatkan user experience. Tapi disisi lain, fitur ini juga membebani kinerja komputer dan akhirnya terasa lambat saat digunakan.

Untungnya kamu bisa menentukan pengaturan yang sesuai dengan kebutuhanmu berkaitan dengan grafis dan animasi Windows. Caranya buka Control Panel > System and Security > System > Advanced system settings. Lalu di tab Advanced pada bagian Performance, klik tombol Settings dan kamu akan melihat banyak opsi untuk diatur.

Cara Mengatasi Laptop Lemot Dengan Mengatur Grafis dan Animasi

Agar lebih mudah, kamu bisa memilih Adjust for best performance (opsi ini akan mematikan semua efek visual) atau mengaturnya secara manual dengan memilih Custom.

7. Sesuaikan Power Options

Windows menyediakan beberapa preset “Power Plans” untuk menyesuaikan kebutuhanmu. Secara default akan menggunakan pengaturan Balanced, yang akan menyeimbangkan antara performa dan konsumsi energi. Lalu terdapat Power saver yang akan menurunkan performa komputer untuk menghemat energi.

Sesuaikan Power Options

Dan yang paling cocok digunakan untuk mengatasi laptop lemot adalah High performance, meskipun pengaturan ini akan menggunakan lebih banyak energi. Untuk mengubahnya buka Control Panel > Hardware and Sound > Power Options.

8. Lakukan Defragment pada HDD

Defragment dilakukan agar sistem bisa berjalan secara optimal. Dan sebenarnya pada Windows 7, 8 dan 10 sudah melakukan defragment secara otomatis dengan jadwal mingguan. Tapi kamu tetap bisa menjalankannya secara manual jika merasa terdapat sebuat masalah.

Catatan:
Defragment hanya boleh kamu lakukan pada komputer yang menggunakan Hard Disk Drive (HDD). Solid State Drive (SSD) memiliki cara kerja yang berbeda dari HDD, sehingga tidak diperlukan defragment. Jika laptop atau PC-mu memiliki keduanya, hanya lakukan defragment pada HDD.

Dan untuk menjalankan proses ini, kamu tidak perlu software pihak ketiga karena Windows sudah memilikinya. Caranya, pergi ke Local Disk (C:) lalu klik kanan dan pilih Properties > Tools dan dibawah Optimize and defragment drive klik Optimize.

Klik Optimize

Akan muncul jendela Optimize Drives.

Cara Mengatasi Laptop Lemot Dengan Melakukan Defragment

Di screenshot saya menggunakan SSD sebagai (C:), dan karena itu tombol Analyze akan berwarna abu-abu dan tidak bisa diklik. Jadi pilih drive yang menggunakan HDD lalu klik Analyze untuk melihat seberapa besar HDD-mu terfragmentasi. Batas bawahnya adalah 5%, jadi jika melebihi batas tersebut klik Optimize untuk memulai proses defragment.

Jika kamu menggunakan SSD, sebenarnya kamu bisa melihat bahwa opsi Optimize bisa digunakan. Mengkliknya akan menjalankan perintah TRIM yang akan menghapus data yang tidak lagi digunakan. Jika tidak familiar, lebih baik tidak melakukan apapun pada SSD melalui menu ini.

9. Cek Malware dan Virus

Malware (malicious software) atau software yang mencurigakan biasanya digunakan sebagai julukan software yang bisa membahayakan komputer. Sumbernya beragam, bisa dari iklan, software yang didownload dan lain-lain. Selain membahayakan bagi sistem, beberapa diantaranya juga bisa menyebabkan penurunan performa komputer.

Cara mendeteksi dan menghapusnya adalah dengan menggunakan software antivirus terbaik yang bisa kamu dapatkan. Ada beberapa antivirus gratis, namun akan lebih bagus apabila kamu membeli versi berbayar karena fitur yang lebih lengkap.

10. Disable Microsoft Cortana

Cara Mengatasi Laptop Lemot Dengan Disable Microsoft Cortana

Microsoft Cortana adalah digital assistant yang ada di Windows 10, fungsinya tentu untuk mempermudah pengguna dalam melakukan beragam aktivitas dikomputernya. Tapi disisi lain Cortana juga memakan banyak resource dan dapat mengancam privasi penggunanya.

Sebelumnya Cortana bisa dengan mudah dihapus, tapi dengan versi terbaru agak sedikit sulit. Jika kamu mendapati kasus seperti ini, kamu bisa mengedit system registry untuk menghapus Cortana.

11. Bersihkan Hardware Secara Rutin

Bersihkan hardware laptop secara menyeluruh secara rutin, karena laptop memiliki lubang udara yang lebih kecil dibandingkan PC. Pastikan ventilasi udara tidak tertutup debu dan kotoran agar laptop tidak mudah overheat yang bisa menurunkan performanya.

Kemudian ganti pasta prosesor dengan yang barus jika dirasa laptop mudah panas meskipun rajin dibersihkan. Pasta ini cukup awet, mungkin kamu baru perlu menggantinya setelah beberapa tahun pemakaian.

Catatan:
Gunakan laptop ditempat yang tidak berdebu dan datar. Usahakan untuk mengurangi pemakaian laptop dipermukaan empuk seperti bantal atau kasur karena bisa menjadi sumber debu dan kotoran serta menutup lubang udara yang berguna untuk mendinginkan hardware-nya.

12. Hapus Ekstensi Browser yang Tidak Digunakan

Cara Mengatasi Laptop Lemot Dengan Menghapus Ekstentsion Browser

Terlalu banyak menggunakan ekstensi browser bisa menyebabkan browser terasa lambat saat digunakan untuk browser, terlebih untuk browser yang memakan banyak memori seperti Google Chrome. Pastikan kamu hanya memasang ekstensi yang benar-benar kamu gunakan, dan menghapus sisanya.

13. Restart Komputer

Cara mengatasi laptop lemot selanjutnya adalah dengan melakukan restart. Simpel memang, melakukan fresh boot bisa membuat komputer mengaktifkan pembaruan dan mematikan program yang tidak berjalan dengan lancar.

14. Jangan Menjalankan Banyak Program Sekaligus

Komputer yang umurnya cukup tua tidak didesain untuk menjalankan banyak program-program terbaru. Karena alasan ini beberapa program bisa menggunakan resource besar dan akhirnya terasa lambat. Jika membuka satu program saja sudah terasa sangat berat, ada baiknya kamu tidak melakukan multitasking secara berlebihan.

15. Lakukan Install Ulang Windows

Meskipun sudah melakukan segala cara yang ditemui, karena suatu hal bisa saja performa yang kita harapkan tidak bisa kembali. Ada pula kasus dimana komputer melambat lagi setelah dilakukan berbagai perawatan dan tweak. Jika kamu menemui hal seperti ini, melakukan install ulang Windows mungkin menjadi solusi terbaik.

Klik Install now

Cara install ulang sama saja dengan cara install Windows 10, 8 atau 7 pada umumnya. Dengan melakukannya kamu bisa mendapatkan sistem operasi yang fresh dan bersih dari software-software yang mungkin menjadi penyebab lambatnya komputermu.

16. Upgrade Hardware Komputermu

Setelah melakukan semua trik diatas namun tetap lemot, mungkin sudah waktunya untuk upgrade hardware. Terdapat dua hardware yang mungkin untuk di upgrade untuk laptop maupun PC, yaitu:

RAM: Program rilisan terbaru mungkin membutuhkan kapasitas RAM yang lebih besar dari RAM yang kamu miliki sekarang. Menambah kapasitas RAM juga memungkinkan kamu untuk membuka beberapa program sekaligus.

SSD: Tidak bisa dipungkiri bahwa SSD bisa membuat komputermu jauh lebih cepat dibanding hanya menggunakan HDD. Karena harga SSD cukup mahal untuk kapasitas yang tidak terlalu besar, ada baiknya kamu hanya menempatkan sistem operasi didalamnya.

17. Beli Perangkat Komputer Baru

Cara mengatasi laptop lemot yang terakhir adalah dengan membeli laptop baru. Karena laptop tidak sefleksibel komputer dalam hal upgrade hardware, setelah digunakan cukup lama mungkin tidak ada pilihan lain selain mendapatkan yang baru. Usahakan melakukan riset seputar laptop yang cocok untuk kebutuhanmu sebelum memutuskan membeli.

Penutup

Setelah kamu mengaplikasikan semua cara mengatasi laptop lemot diatas, pasti kamu ingin menjaganya untuk berjalan dengan performa yang baik. Untuk mencegah adanya penurunan performa, lakukan pembersihan bulanan secara teratur. Agar lebih mudah, kamu bisa menjadikan daftar diatas sebagai checklist perawatan laptop dan komputermu.

Tinggalkan komentar jika kamu ingin memberi saran tips lain, membagikan pengalamanmu setelah menggunakan cara diatas atau menemui sebuah kendala. Terimakasih telah membaca dan semoga artikel ini bermanfaat.